SMKN 4 Bandung Bekali Siswa dengan Startup

SMKN 4 Bandung Bekali Siswa dengan Startup

SMKN 4 Bandung Bekali Siswa dengan Startup

Lima startup Siswa SMKN 4 Bandung berhasil lolos seleksi dan akan mulai melakukan pembinaan dengan inkubator nasional, yaitu Bandung Tecnopark (BTP) Telkom University. Pengenalan dunia starup secara dini diharapkan dapat menjadi bekal pengalaman kedepannya bagi para siswa yang akan mendalami dunia usaha tersebut.

Pendamping Technopark SMKN 4 Bandung, Agus menuturkan lima startup

adalah hasil seleksi dari 25 startup yang terdaftar. Kelima startup tersebut bernama Capda, Erong, Underated, Luminos dan BIPA dengan ide produksi yang variatif. Erong, yang digawangi oleh Ridwan Ramadan dan tim adalah startup yang bergerak di bidang robotik. Sedangkan Underated yang digagas Esa Sapian dan tim bergerak di bidang pelayanan pembayaran dengan produk PayCash.

“Setelah dilakukan seleksi, lima startup yang terpilih akan dibina langsung oleh technopark dengan program teachig factory.  Dan kami juga sudah bekerjasama dengan perusahaan lain yang berkenaan di bidangnya masing-masing, seperti Pinisi Edubox, B Corporation dan CV Someah Nusantara” ucap Agus dalam kegiatan peresmian gedung Technopark SMKN 4 Bandung, di Jalan Kliningan nomor 6, Buah Batu, Kota Bandung, Sabtu (25/8/2018)..

Potensi Siswa SMK                 

Co-Founder Pinisi Edubox, Ardian Febri mengatakan siswa SMK sangat berpotensi

untuk menggeluti dunia startup. “Kemampuan mereka (siswa SMK) lebih mumpuni karena sudah memiliki dasarnya, tinggal bagaimana mereka mampu terus fokus dan berkembang dalam proses pembangunan startup nya,” ujar Febri.

Febri menurutkan untuk mulai terjun di dunia startup adalah dengan menekuni hal-hal yang kita senangi sekaligus dapat menjadi solusi bagi permasalahan orang banyak. “Enaknya jadi kita itu, kita bisa mengerjakan hal-hal yang kita sukai, ga terpatok sama perintah siapapun. Kemudian proses terbaik dari sebuag startup adalah dapat memecahkan permasalahan orang banyak,” ungkap Alumni ITB tersebut.

Febri menilai pengenalan dunia startup secara dini pada siswa akan memberikan

mereka pengalaman kedepannya untuk lebih mendalami bidang tersebut. “Idealnya pembuatan startup itu bagi mahasiswa, karena di usia tersebut kita udah tau jati diri kita, passion kita dan juga pandangan-pandangan baru dalam dunia startup. Jadi pengenalan startup secara dini akan sangat membantu mereka kedepannya,” ujar Febri.

Febri yang terjun ke dunia startup pada 2007 mengimbau ada dua hal yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin mendalami dunia startup, yakni konsisten dan presisten. “Kita harus konsisten sama ide dan proses perkembangan startup kita, juga harus presisten, tahan banting apapun yang terjadi. Jangan cuma berhasi diawal, namun ditengah jalan terhenti karena enggak bisa bertahan,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://antalyaciceks.com/indonesian-state-universities-welcome-foreigners-as-permanent-lecturers/