Menstruasi Tidak Teratur

Table of Contents

Menstruasi Tidak Teratur

Menstruasi Tidak Teratur

Menstruasi adalah salah satu kelebihan wanita yang dapat memberikan keuntungan dan kerugian sekaligus. Menguntungkan, karena jika kita mampu berovulasi, artinya kita bisa hamil dan memiliki anak. Tidak menguntungkan, karena banyak dari kita yang harus mengalami rasa sakit atau mood yang naik-turun, yang sering kita sebut sebagai pre-menstrual syndrome atau PMS.

Pada dasarnya, ada empat jenis problem menstruasi yang kerap terjadi pada wanita:

  1. Menstruasi yang menyakitkan ataudysmenorrhea. “Dysmenorrheapertama dihubungkan dengan naiknya kadar kimia alami di dalam tubuh saat ovulasi, yang menyebabkan rasa sakit,” tulis Mary Jane Minkin, MD, dalamWomen’s Health for Life. “Dysmenorrhea kedua merupakan tanda suatu kelainan mendasar.” Dysmenorrhea kedua ini memengaruhi wanita yang belum pernah menstruasi sebelumnya.

Kelainan reproduksi, endometriosis, atau fibroids dapat menimbulkan menstruasi dengan rasa sakit, dan satu-satunya cara untuk mengetahui penyebabnya secara pasti adalah dengan memeriksakannya ke dokter. Gejala dysmenorrhea termasuk rasa sakit pada punggung bagian bawah atau kaki, kram perut, atau sakit pada tulang panggul. Problem menstruasi ini dapat menunjukkan ketidaksuburan. Jadi semakin cepat Anda mengetahuinya, semakin baik.

  1. Menstruasi yang sangat hebat, ataumenorrhagia.Ketidakseimbangan hormon atau kelainan rahim dapat menyebabkan volume darah menstruasi yang sangat tinggi, namun Dr Minkin mengatakan bahwa penyebabnya tidak selalu jelas. Jika Anda haid selama tujuh hari atau lebih, dan darah yang keluar tidak tertampung lagi oleh pembalut, maka kemungkinan Anda menderitamenorrhagia. Darah yang menggumpal juga sebenarnya normal, namun gumpalan darah dalam jumlah besar merupakan tanda heavy periods.

Menorrhagia menyebabkan anemia, jadi pastikan Anda mengonsumsi cukup banyak zat besi. Daging yang tidak berlemak, sayuran hijau, sereal, oatmeal, kacang kedelai rebus, dan kacang-kacangan lain, merupakan sumber zat besi yang baik. Anda mungkin membutuhkan obat-obatan dari dokter untuk mengatasi menstruasi yang berlebihan atau anemia, namun pastikan bahwa dokter tahu jika misalnya Anda sedang berusaha hamil.

  1. Menstruasi tidak teratur, atauoligomenorrhea. Menstruasi yang tidak dapat diprediksi datangnya termasuk normal, namun bila hal ini terjadi pada tahun pertama Anda mengalami menstruasi dan saat perimenopause (tahun-tahun menjelang menopause). Ketidakseimbangan hormon atau kelainan juga menyebabkan haid tidak teratur, yang dapat memengaruhi tingkat kesuburan dan kesempatan Anda untuk mendapatkan bayi. Dr Minkin menyarankan untuk mencatat siklus haid untuk melihat apakah ketidakteraturan tersebut masih tergolong normal, karena apa yang normal untuk satu orang belum tentu normal untuk yang lain. “Untungnya, kebanyakan problem menstruasi adalah masalah kecil, dan dapat dirawat,” jelasnya.
  2. Tidak mengalami menstruasi atauamenorrhea. Jika Anda tidak haid selama tiga bulan, kemungkinan Anda sedang hamil. Namun penyebab lainnya bisa juga karena Anda mengalamiamenorrhea, perimenopause, atau menopause. “Penyebab paling umum dari absennya menstruasi adalah kehamilan,” jelas Dr Minkin. “Amenorrhea juga merupakan efek samping dari penyakit, stres, latihan terlalu berat, atau turunnya berat badan yang terlalu banyak.”

Jangan pernah mengaanggap jika haid tidak teratur berarti tidak ada masalah. Itu merupakan pertanda awal dari penyakit kronis, mulai dari kanker, jantung dan bahkan dapat mengakibatkan mandul. Setiap perempuan mempunyai siklus menstruasi yang berbeda-beda dan relatif. Namun, normalnya menstruasi teratur setiap bulannya.
Menurut American Society for Reproductive Medicine, standar siklus menstruasi yang normal adalah 22-40 hari, dimana menstruasi pertama dihitung sejak pertama kali darah keluar dari vagina. Namun perbedaan -/+ 5 hari dari siklus haid, masih dianggap normal. Tapi jika perempuan sudah tidak mendapatkan haid teratur tiap bulan, maka patut diwaspadai penyakit SOPK.

Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan kelainan endokrin terbanyak yang dialami oleh wanita di usai reproduksi. Kelainan ini ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur, gejala hiperandrogen seperti jerawat, pertumbuhan bulu rambut abnormal (hirsutism) di daerah yang tidak seharusnya.

Penyebab SOPK antara lain obesitas, resistensi insulin, gangguan sekresi hormon GnRH, gangguan enzim di ovarium dan faktor genetik. Untuk mengatasi masalah SOPK, bisa dilakukan dengan menurunkan berat badan, menggunakan konrasepsi kombinasi dan obat-obatan pemicu kesuburan. (solusisehat/Zet)

Siklus haid secara ideal teratur setiap bulan dengan rentang waktu antara 21 sampai 35 hari setiap kali periode haid. Dengan siklus haid yang normal, secara fisiologis menggambarkan, organ reproduksi cenderung sehat dan tak bermasalah. Sistem hormonalnya baik, ditunjukkan dengan sel telur yang terus diproduksi dan siklus haidnya teratur. Intinya, secara kasat mata diyakini dalam kondisi sehat. Sehingga, dengan siklus normal ini, ibu akan lebih mudah mendapatkan kehamilan, menata rutinitas, menghitung masa subur, dan lainnya.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/