Kemendikbud Jalin Kerja Sama Lintas Kementerian/Lembaga dalam Persiapkan SMK Siap Kerja

Kemendikbud Jalin Kerja Sama Lintas Kementerian/Lembaga dalam Persiapkan SMK Siap Kerja

Kemendikbud Jalin Kerja Sama Lintas Kementerian Lembaga dalam Persiapkan SMK Siap Kerja

Kemendikbud — Dalam pengembangan pendidikan vokasi melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus upayakan menjalin kerja sama lintas kementerian/lembaga. Salah satunya, penandatanganan nota kesepahaman antara Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen Kemendikbud) dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, (Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM), di kantor Kementerian ESDM, Kuningan, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Kerja sama tersebut mengangkat tema “Peningkatan Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan pada Peserta Didik SMK”.

“Jalinan kerjasama lintas kementerian/lembaga perlu dilakukan dalam mempersiapkan peserta didik SMK siap kerja, dan menjadi salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo, yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” demikian disampaikan Direktur Jenderal  Dikdasmen kemendikbud, (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad dalam sambutannya.

Penandatangan nota kesepahaman dilakukan untuk melaksanakan pengembangan kompetensi peserta didik SMK sebagai calon tenaga kerja bidang ketenagalistrikan, penyempurnaan kurikulum dan proses pembelajaran bermutu di SMK. Selain itu juga untuk melaksanakan program dan kegiatan praktik kerja lapangan, serta sertifikasi bagi pendidik dan peserta didik SMK.



Lingkup kerja sama antara Ditjen Dikdasmen Kemendikbud dengan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM

antara lain, pengembangan kelembagaan, pengembangan kurikulum, dukungan proses pembelajaran yang bermutu, antara lain guru tamu di SMK. Selanjutnya, penyempurnaan materi pembelajaran, penilaian, praktik kerja lapangan bagi guru dan peserta didik di Industri, pengembangan kompetensi peserta didik, pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

Tidak hanya itu, ruang lingkup kerja lain yakni, fasilitasi sarana dan prasarana pendidikan, fasilitasi uji kompetensi

dan sertifikasi, penyediaan pangkalan data lulusan SMK bidang ketenagalistrikan, pemetaan kebutuhan tenaga kerja bidang ketenagalistrikan, pencitraan pendidikan dalam bidang ketenagalistrikan, dan lingkup yang terakhir adalah monitoring, evaluasi, dan umpan balik penyempurnaan program.

“Kami akan melakukan penyesuaian kurikulum, khususnya kurikulum bidang C yang diharapkan lebih fleksibel mengikuti kebutuhan industri,” tutur Dirjen Hamid.
Dalam menyelaraskan antara kebutuhan tenaga kerja terampil yang mendukung penyediaan listrik dengan pasokan tenaga kerja terampil lulusan SMK, maka akan dikembangkan sekitar 50 SMK yang memiliki program keahlian ketenagalistrikan sebagai pusat pelatihan ketenagalistrikan. Pemilihan lokasi SMK akan disesuaikan dengan peta kebutuhan tenaga kerja yang disediakan oleh Kementerian ESDM.

Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi kedua belah pihak dalam meningkatkan kompetensi peserta didik SMK bidang ketenagalistrikan, sehingga dapat menghasilkan lulusan SMK yang kompeten, berdaya saing, berkualitas, dan professional, serta mendukung dalam pembangunan dunia usaha/industri.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ditjen Ketenagalistrikan karena telah membuka kesempatan kerjasama, sebagai upaya melaksanakan arahan Presiden melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016, tentang revitalisasi  SMK,” pungkas Dirjen Hamid