Belajar Soal Internet Cepat dan Bijak Gunakan Medsos

Belajar Soal Internet Cepat dan Bijak Gunakan Medsos

Belajar Soal Internet Cepat dan Bijak Gunakan Medsos

Jakarta, Kominfo

Indonesia Timur menjadi daerah paling sulit berkomunikasi di daerah Indonesia sehingga sektor telekomunikasi di Indonesia terus dikembangkan untuk memberikan kelancaran dalam berkomunikasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Luasnya wilayah Nusantara, ditambah dengan adanya perairan membuat beberapa wilayah sulit untuk dijangkau sinyal.

“Untuk menyiasatinya, Pemerintah terus berupaya menemukan teknologi yang dapat membawa perubahan. Salah satunya adalah dengan dibuatnya sebuah proyek yang disebut Palapa Ring dari Kementerian Komunikasi dan Informatika,” kata Plt. Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu saat menerima Kunjungan Belajar Siswa SMK Cijangkar Tasikmalaya dan SMK YAPIN 02 Bekasi, di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (16/01/2019).

Kementerian Kominfo melalui BAKTI

Kementerian Kominfo melalui BAKTI saat ini tengah fokus menyelesaikan Palapa Ring Timur. “Palapa Ring merupakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang bakal menjangkau wilayah-wilayah terpencil dan perbatasan. Palapa Ring merupakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang bakal menjangkau wilayah-wilayah terpencil dan perbatasan,” ucap Ferdinandus Setu.

Plt. Kepala Biro Humas menyebut kedepannya internet berkecepatan tinggi akan tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang belum pernah tersentuh jaringan internet sepenuhnya. Selain menghubungkan seluruh Indonesia dalam jaringan telekomunikasi, pembangunan Palapa Ring juga ditujukan untuk mengikis gap layanan telekomunikasi antarpulau.

“Kominfo bertugas untuk menghubungkan Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Peran Kominfo adalah menjadi Humas negara dengan menginformasikan mengenai perkembangan yang ada di negara,” jelasnya.

Karo Humas paparkan program BAKTI untuk negeri

Lebih lanjut, kata Nando, berdasarkan data Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), hingga saat ini terdapat 23 perusahaan yang menyampaikan minat untuk melakukan uji coba.

Palapa Ring merupakan bangunan tol informasi dalam bentuk serat optik yang juga bisa menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Sebagai infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi broadband (pita lebar), Palapa Ring terdiri dari tiga paket, yaitu Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah, dan Palapa Ring Paket Timur.

“Ini merupakan proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang ditujukan untuk memperbaiki sistem telekomunikasi di Indonesia. Serat optik ini akan menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer dan kabel di darat sepanjang 21.807 kilometer,” ujarnya.

Selain memperlancar komunikasi, jaringan ini juga akan membuat akses internet lebih cepat. Kecepatan internet yang dipatok mencapai 10 Mbps di wilayah pedesaan dan 20 Mbps di perkotaan. Dengan begitu semua masyarakat Indonesia pun bisa mendapatkan kemudahan dalam komunikasi yang akan berimbas pada perkembangan di segala sektor.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut, siswa-siswi tersebut juga mendapat pembkalan dari Plt. Kepala Biro Humas tentang tips dan trik mengenali ciri-ciri hoaks. Menurutnya, hoaks tidak hanya berupa berita, tapi bisa juga berupa video, foto dan lain-lain.

Pemberitaan hoaks di berbagai media harus diperangi

Hoaks kadang dianggap sebagai sesuatu yang keren padahal hoaks adalah hal yang negatif. Masa depan amat sangat berharga untuk digadaikan demi menyebarkan berita hoaks. Untuk mengenalinya maka perlu melakukan pengecekan alamat situs yang belum jelas, sumbernya dari mana, kemudian cek keaslian sumbernya karena seringkali berita palsu ini memlesetkan yang benar menjadi tidak benar,” katanya.

Kunjungan siswa di ruangan anantakupa Kominfo
Pentingnya amanat UU ITE

Senada dengan Ferdinandus, dalam kunjungan 356 siswa itu, Kasubbag TU Biro Humas Sugeng Pramono menjelaskan saat ini Kementerian Kominfo memiliki fokus pada percepatan pembangunan broadband secara merata di daerah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal).

“Kementerian Kominfo adalah corong kehumasan pemerintah. Fokus dari segi komunikasi mengatur beberapa hal antara lain penyelenggaraan telekomunikasi, internet broadband, spektrum frekuensi radio. Di mana sumberdaya frekuensi dikelola oleh Ditjen SDPPI yang mengatur layanan komunikasi, penyelenggaraan bisnis diatur Ditjen PPI. Sementara Ditjen Aptika menangani dunia siber dan akses internet. Dan Ditjen IKP yang menangani kehumasan pemerintah untuk disampaikan ke masyarakat,” paparnya.

Sugeng memaparkan beberapa aspek implementasi UU Informasi dan Transaksi Elektronik. “Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik harus disikapi dengan bijak karena akan berdampak pada tuntunan hukum pidana. Sistem Elektronik bisa menjadi dokumen hukum manakala ada suatu masalah yang menyangkut hukum dan tuntutan maksimalnya bisa 6 (enam) tahun kurungan penjara atau denda Rp1 Miliar,” tandasnya.

Lebih lanjut Sugeng menyampaikan jika tidak berhati-hati dalam penggunaan internet apalagi mengarah ke perbuatan yang melecehkan orang lain akan dapat berhadapan dengan hukum. “Internet bisa menjadikan yang masih anak-anak berubah dewasa, juga sebaliknya yang dewasa bisa menjadi anak-anak saat berhadapan dengan internet dan berselancar di dunia maya. Kadang tanpa disadari bisa berujung pada olok-olok terhadap orang lain,” jelasnya.

Kunjungan belajar ke Kementerian Komunikasi dan Informatika tersebut terasa istimewa, bukan hanya memenuhi Ruang Anantakupa di Gedung Belakang Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, namun sejumlah pertanyaan dari siswa-siswi yang hadir sangat menarik, seolah mengupas dan mendalami beragam kebijakan sektor Kominfo. Mulai dari soal internet cepat, penapisan konten hingga bijak bermedia sosial.

Company Visit yang dikoordinasi oleh Pendamping Ahmad dan Anggi, memang ditujukan guna mengenal lebih jauh program prioritas Kementerian Kominfo serta memperkaya materi sesuai kebutuhan dunia kerja di bidang TIK.

Di akhir kunjungan, Plt. Kepala Biro Humas Ferdinandus Setu berpesan kepada anak-anak didik SMK Cijangkar Tasikmalaya dan SMK YAPIN 02 Bekasi, agar mampu mengawasi diri dan keluarga dari bahaya media sosial. Sebaik-baiknya hidup adalah hidup di dunia nyata. Keutuhan NKRI adalah yang paling utama. Saring sebelum sharing.

“Kesuksesan bukan hanya dari kecerdasan intelektual tapi dari kecerdasan sosial. Kemampuan menghargai teman, guru, orangtua adalah hal yang sangat penting bagi kesuksesan,” tutupnya.

 

Sumber : https://symbiantweet.com/