Bangunan SDN Cibolang Nyaris Ambruk

Bangunan SDN Cibolang Nyaris Ambruk

Bangunan SDN Cibolang Nyaris Ambruk

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Ditungtut untuk segera memperbaiki bangunan SDN

Cibolang Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu. Sebab, kondisinya sudah sangat tidak layak untuk dijadikan tempat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Kepala SDN Cibolang Mardiah mengakui, beberapa bagian bangunan bagian atap sudah banyak yang lapuk. Sehingga, dikhawatirkan ambruk.

Dirinya mengaku, sudah mengajukan agar bangunan di renovasi kepada UPT TK, SD dan Non Formal Kecamatan Pasirjambu. Namun, sampai saat ini belum ada respon dari Disdik. Padahal. Perbaikan bangunan agar segera dilakukan sebelum terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

“Saat ini ada sebanyak 120 siswa yang terpaksa harus belajar di ruang perpustakaan,” kata Mardiah kepada wartawan kemarin, (26/11)

Mardiah menilai, kondisi gedung sekolah yang nyaris ambruk membuat KBM terganggu dan siswa yang belajar merasa was was apalagi jika hujan turun. Pasalnya reng genteng sudah pada lapuk dan bangunan sudah pada retak- retak.

“Tahun lalu bangunan sekolah telah ambruk sebanyak tiga ruang kelas. Di antaranya bangunan kelas satu, dua dan kelas tiga. Saat itu hanya ada kepedulian dari pihak perkebunan. Diperbaiki namun tidak maksimal. Sekarang, bangunan ruang kelas tersebut sudah rusak berat. Jika hujan turun KBM kelas 1-2 dan kelas 3 terpaksa dipindah ke ruang perpustakaan,” ucap dia.

Mardiyah menuturkan, Dari 7 ruang kelas yang ada sekarang semuanya sudah lapuk.

Bahkan, selain genteng bocor, atap juga pada bolong.

Sekolah yang berada di daerah perkebunan PTPN VIII itu, berdiri sejak 1951 dan baru dapat bantuan rehab tahun 2005 lalu.

Sementara, SDN Cibolang sendiri sembilan tenaga pendidik/Guru. Dari sembilan Guru, hanya Guru PAI yang berstatus PNS sedangkan 7 guru lainnya masih Honorer.

Mardiah mengaku tidak mengetahui alasan pemerintah sampai saat ini belum memperhatikan kondisi sekolah yang memprihatinkan tersebut. Terbukti, meskipun pihaknya telah melaporkan ke UPTD dan Musrembang desa Sugihmukti sejak dua tahun yang lalu, namun sinyal akan adanya perbaikan masih tak jelas.

“Kebanyakan pogram rehabilitasi ruang kelas, sanitasi, pemagaran dan pemasangan paving blox

untuk halaman sekolah, kebanyakan hanya diberikan kepada sekolah yang berada di perkotaan. Kalau yang dipelosok tidak diperhatikan,” ucap dia.

Mardiah berharap, sekolahan yang sudah puluhan tahun dipimpinnya dapat segera diberikan bantuan untuk memperbaiki ruangan bangunan yang sudah rusak. Sehingga, anak asuhnya dapat belajar dengan tenang.

“Semoga tahun depan bisa dilakukan perbaikan, sehingga anak didik kami merasa nyaman saat mengikuti KBM,” tandas Mardiah penuh harap

 

Sumber :

https://egriechen.info/